Langsung ke konten utama

Prinsip Dasar Kerja Alternator

Gambar 1.13 mennunjukan bagaimana tegangan AC dihasilkan oleh induksi elektromagnetik. Pada gambar ini medan magnet berputar dan konduktor dibentuk menjadi gulungan. Saat konduktor pada posisi parallel dengan medan magnet, konduktor tidak terpotong oleh medan magnet manapun, pada putaran ini tidak menghasilkan arus dan tegangan sama sekali. Pada gambar 1.13 B, kita melihat medan magnet telah diputar 90º, menempatkannya pada sisi kanan konduktor.
clip_image003
Gambar 1.13 Arus AC dihasilkan dari perputaran medan magnet
Pada titik ini, kita melihat jumlah maksimum garis fluks memotong konduktor di kutub utara, menginduksi tegangan pada nilai positif maksimum. Saat medan magnet diputar 90º kearah lain, konduktor kembali menjadi sejajar dengan medan magnet (Gambar 1.13 C). Sekali lagi tegangan turun ke nol karena tidak ada garis fluks memotong konduktor.
90º rotasi lain dari medan magnet memposisikan medan magnet pada konduktor atas (Gambar 1.13 D). Pada titik ini dalam rotasi, itu adalah garis fluks kutub selatan yang memotong konduktor, menghasilkan tegangan pada nilai negatif maksimum. Rotasi lanjut dari 90º lain membawa ke akhir satu rotasi lengkap. Pada akhir rotasi ini, tegangan nol lagi sebagai konduktor sejajar dengan medan magnet. Mengacu kembali pada gambar 1.13 kita dapat melihat gelombang tegangan dari wktu ke waktu dengan menempatkan gelombang pada perputaran 360º medan magnet (rotor).
Hanya sangat sedikit tegangan/voltage dan arus diproduksi dengan sebatang magnet yang berputar di dalam simpul kawat/wire tunggal. Jika simpul kawat/wire dan magnet ditempatkan di dalam kerangka besi, maka tercipta sebuah jalur penyalur untuk garis gaya magnetik. Karena besi menyalurkan magnetisme dengan sangat mudah, maka penambahan kerangka besi akan sangat meningkatkan jumlah garis gaya antara kutub N dan kutub S (lihat Gambar 1.14).
clip_image006
Gambar 1.14 rotor sangkar
Sejumlah besar garis gaya magnet berada di pusat ujung magnet. Oleh karena itu, bidang magnet yang kuat berada di pusat magnet dan medan magnet yang lemah berada di pinggir depan dan belakang. Kondisi ini akan terjadi jika celah udara antara magnet dan kerangka bidang adalah lebih besar di tepi depan dan belakang daripada di pusat magnet Jumlah tegangan/voltage yang diinduksi di dalam konduktor sebanding dengan jumlah garis gaya yang memotong melalui konduktor dalam jangka waktu tertentu. Tegangan/voltage juga akan meningkat jika batang magnet berputar lebih cepat, karena garis gaya memotong melalui kawat/wire dalam jangka waktu yang lebih singkat.
clip_image008
Gambar 1. 15 Magnet yang berputar di dalam alternator disebut rotor dan simpul kawat/wire serta frame assembly disebut stator (Gambar 1.15).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARNA KABEL SEMUA TIPE SEPEDA MOTOR

untuk motor Honda seperti (CDI Vario, Soket CDI Beat, CDI Kharisma,CDI Grand, CDI Tiger) sebagai berikut: Hitam : ( + ) Kunci Kontak Merah : ( + ) Aki Hijau : ( – ) massa, berlaku untuk semua negatif Kuning : ( + ) Arus beban ke saklar lampu Putih : ( + ) Alternator pengisian ( + ) lampu dekat Abu-abu : ( + ) Flasher Biru : ( + ) Lampu jauh Oranye : ( + ) Sein kiri Biru Laut : ( + ) Sein kanan Hitam – Merah : ( + ) Spull CDI Coklat : ( + ) Lampu senja Hitam – Kuning : ( + ) Koil Hitam – Putih : ( + ) Kunci kontak Hijau – Kuning : ( + ) Lampu rem Biru – Kuning : ( + ) Pulser CDI Soket Dan Warna Kabel Motor Yamaha Untuk motor Yamah seperti (Scorpio, Vega Zr, Jupiter Z, Vega lama, Mio) sebagai berikut: Merah : ( + ) Arus positif dari aki Hitam : ( – ) Massa, berlaku untuk semua negatif Hijau : ( + ) Lampu depan dekat Kuning : ( + ) Lampu depan jauh Hijau : ( + ) Arus beban “penerangan dll” Coklat : ( + ) Sein kiri Hijau – Hitam : ( + ) Rem Putih – Me...

Menghitung Volume Mesin dan Perbandingan Kompresi

Menghitung Cc Mesin Baiklah untuk setidaknya bisa menentukan spesifikasi mesin , stroke dan diameter piston untuk membentuk kapasitas cc mesin, maka berikut rumusannya. V = phi x D x D x S / 4000 Keterangan : V = Volume mesin cc Phi = konstanta yang nilainya 3,14 D = Diameter Piston mm S = langkah stroke dari tma ke tmb mm Berarti teknik dasar yang harus kita miliki adalah mengukur diameter piston. Hal yang patut diperhatikan. Adalah letak pengukuran diameter piston adalah sisi yang sejajar dengan pin piston. Mengukur diameter piston adalah langkah awal menghitung volume  mesin Kedua adalah mengukur langkah piston atau stroke mesin. Posisikan piston pada tmb , usahakan blok ditekan dengan pin – sehingga tidak bergerak. Ukur dalam piston dari bibir blok saat tmb – dikurangi oleh ukuran kedalaman piston saat tma. Mengukur langkah piston Baru setelah itu kita bisa menghitung cc mesin kita. Misal, Sebuah mesin mio , diketahui langkah standar pabrikan ...

animasi CVT

Continous Variable Transmision